Implementasi ABS SBK dalam Mata Pelajaran di Sekolah : Diskusi Awal Rencana Lintau Buo IX Koto Sebagai Pilot Project

Implementasi abs sbk dalam mata pelajaran di sekolah : Diskusi Awal Rencana Lintau ix koto sebagai pilot project - Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) kembali dibicarakan dalam forum resmi pemerintah kecamatan khususnya kecamatan di lingkup wilayah Lintau IX Koto (Kecamatan Lintau Buo dan Kecamatan Lintau Buo Utara) Kabupaten Tanah Datar Sumbar.

Suasana diskusi rencana pelaksanaan ABS-SBK sebagai mata pelajaran di sekolah (Ijunk Fikar/ Matrapendidikan.id)

Hal itu terungkap dalam Diskusi Awal Rencana Lintau IX Koto Sebagai Pilot Project Implementasi Pelaksanaan ABS-SBK sebagai Mata Pelajaran pada sekolah-sekolah di Kabupaten Tanah Datar di Aula Kantor Camat Lintau Buo Utara Batu Bulek, Rabu (19/06/24).

Diskusi Awal Rencana Lintau IX Koto dihadiri oleh Forkopimca Lintau Buo dan Lintau Buo Utara, Wali Nagari, LKAM, KAN, BPRN, Bundo Kanduang, MUI, Kepala Sekolah/Madratsah SMP/MTs dan SMA/MA se-Kecamatan Lintau Buo dan Lintau Buo serta undangan lainnya.

Ijunk Fikar, kontributor Matra Pendidikan yang ikut dalam forum tersebut merangkum hasil diskusi ABS-SBK tersebut untuk pengunjung yang budiman. 

ABS-SBK menjadi salah satu filosofi hidup yang dipegang teguh oleh masyarakat Minangkabau sejak dulunya. Filosofi ini menjadikan Islam sebagai landasan utama dalam perilaku dan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat. Pernyataan ini dapat juga dilihat dalam Undang-undang Tentang Provinsi Sumatera Barat pasal 5 (c).

Dalam Diskusi Awal Rencana Lintau IX Koto Sebagai Pilot Project Implementasi Pelaksanaan ABS-SBK yang melibatkan unsur pemerintahan, adat dan pendidikan tersebut terungkap bahwa perlu mengembalikan nilai-nilai ABS-SBK yang mulai 'luntur' di tengah masyarakat.

Pemerintah Kecamatan Lintau Buo Utara melalui Camat Lintau Buo Utara Edo Fahrhazi Herizal S.STP telah memfasilitasi keinginan tersebut. Dalam sambutannya camat Lintau Buo berharap agar diskusi awal ini menjadi langkah bagus untuk mewujudkan keinginan untuk mengimplementasikan ABS-SBK sebagai mata pelajaran di sekolah di Tanah Datar. 

H. Amri Arif, Pembina Yayasan Malibu mengatakan upaya mengimplementasikan ABS-ABK dalam mata pelajaran di sekolah merupakan suatu gagasan yang perlu kita dukung. Namun demikian peran keluarga, mamak dan ninik mamak sangat penting.

Yayasan Pendidikan Malibu menaruh harapan besar terhadap rencana implementasi ABS-ABK Lintau IX Koto sehingga hasil diskusi ini akan diteruskan ke tokoh masyarakat Lintau IX Koto untuk didiskusikan dalam rencana tindak lanjutnya.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, Luthfi MPd mengatakan, secara pribadi sangat mendukung program ini. Regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbub) akan diterbitkan dalam proses menyelesaikan kurikulumnya dan Disdikbud Tanah Datar sebagai pengampu ABS-SBK.

Apresiasi terhadap rencana implementasi ABS-ABK dalam mata pelajaran di sekolah-sekolah juga datang dari Wali Nagari Buo Yulkusmayanto SSi. Hal ini didasari lunturnya nilai--nilai ABS-ABK akibat PEKAT dan Rentenir yang berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat.

Sedangkan Mukhlis SPd, Wali Nagari Lubuk Jantan mengungkqpkan, sasaran ABS-ABK adalah sekolah dan masyarakat. Selain di lembaga sekolah, wadah ABS-ABK adalah di Surau dan Rumah Tahfidz.

Selain unsur kenagarian, unsur pendidikan juga ikut memberikan masukan seperti yang disampaikan Kepala Madratsah MTsS Mualimin Tanjug Bonai, Rina Elsis SPt.

Filosofi ABS-ABK didasari oleh pola pendidikan di rumah tangga. Selama ini ada yang terputus dalam proses pendidikan anak. Kalau di sekolah, kata ....., memang ada kegiatan guru untuk mengembangkan atau mengupgrate diri. Namun orang tua adalah madrasah pendidik. 

"Apakah bisa kita hadirkan program untuk orang tua dalam berumah tangga khususnya mendidik anak karena kita sebelum nikah dahulu? Saya pribadi tidak ada di didik untuk menjadi orang tua.

Lebih jauh kepala Madratsah ini juga mengajukan retorika apakah bisa kita hadirkan program dari pemerintah yang meningkatkan SDM masyarakat nagari? Saya melihat hal baik ini dari salah satu SDIT di kabupaten kita, yaitu Program Parenting untuk orang tua dengan menghadirkan pemateri parenting.

Program kesenian juga kita harapakan digalakan dan didukung semua elemen. Program bukan berhenti dari pelaksanaan. Harapannya dari program tersebut ada muara. Muara yang dimaksud seperti tournamen atau perlombaan agar menjadi motivasi.

Sementara itu Bundo Kanduang Kab. Tanah Datar juga telah meluncurkan program Bundo Kanduang Masuk Sekolah dan sosialisasinya juga telah disampaikan ke sekolah-sekolah, termasuk UPT SMPN 2 Lintau Buo beberapa waktu lalu.

"Kami telah menjalankan program bundo kanduang masuk sekolah dan program pesantren ramadhan. Semoga kita semua memang mendukung kegiatan ini." ujar Lise Eka Putra Ketua Bundo Kanduang Tanah Datar.*** (Ijunk Fikar)